NENE SALAMAHU
Pada zaman
belanda ada seseorang wanita yang berpacaran dengan seorang colonial belanda, wanita
itu bernama Salama ketika berpacara wanita tersebut hamil dan kemudian di
ketahui oleh keluarganya (tanassy) kemudian wanita tersebut di baung di belakan
kampong negeri ureng yaitu di gunung hatu luwe, wanita tersebut di buang dengan
membawa makanannya serba tiga yaitu tiga kilo beras, tiga kilo gula, tiga kilo
garam, tiga kilo kapur siri dan tiga buat pinang
Ketika dibuang,
wanita tersebut kembali lagi ke kampung kemudian keluaranya membuangnya lagi ke
gunung tersebut namun ia masih tetap kembali, keluarganya membuangnya lagi
untuk yang ke tiga kalinya dengan menambah makanannya sebanyak tujuh kilo
makanan dan tujuh buah pinang sehingga wanita tersebut tidak kembali lagi ke
kampung.
Wanita tersebut
sering membawa atau menyembunyikan orang di gunung. Apabila keluarga dari orang
tersebut yang hilang ingin mengambilnya kembali maka mereka harus membuat
sesajian berupa membakar dammar dan melepaskan ayam putih di tempat ia hilang atau
mereka memberitahukan kepada keluarganya dan kemudian keluarganya pergi ke
gunung tersebut dan memarahinya baru ia mengeluarkan orang tersebut.
Menerut orang
yang pernah di sembunyikan oleh wanita tersebut bahwa wanita tersebut mempunyai
seorang anak perempuang yang begitu cantik. Ia sering merayu laki-laki untuk di
bawa kemana pun sesuka hatinya.
Itulah cerita singkat yang sampai
saat ini masih di percayai oleh masyarakat negeri ureng.